Selain anda bisa membangun bisnis di facebook dengan memanfaatkan halaman,  anda bisa juga menggunakan media facebook group sebagai media mempromosikan produk/jasa anda. di facebook ada banyak sekali group yang bisa menjadi tempat subur untuk memasarkan produk-produk kita. Namun seringkali yang menjadi kendala adalah banyaknya promosi group yang kita lakukan seringkali bahkan sama sekali tidak membuahkan hasil, bahkan dari pengalaman saya menggunakan bot, banyak promosi yang justru terbuang sia-sia tanpa konversi penjualan.

Lalu, kenapa promosi yang anda lakukan di facebook Group TIDAK efektif???

Berdasarkan sedikit pengalaman marketing yang saya jalankan, berikut beberapa alasan kenapa promosi group yang anda lakukan tidak efektif :

1. Promosi ke group yang salah

Asal jualan dengan membidik market yang salah adalah kesalahan mendasar yang sebaiknya tidak kita lakukan, banyak orang yang masih mengasumsikan banyak promo = banyak sales, iya bener banget!, itu kalau targetnya tepat sasaran, bagaimana kalau tidak?

Yang terjadi mungkin malah sebaliknya, di mana anda sudah banyak melakukan investasi waktu, eh hasilnya masih juga nol besar, tidak ada penjualan sama sekali!. menyakitkan banget bukan? yang dalam konteks berbisnis kita amat dirugikan dalam hal ini. ya setidaknya kita kehilangan waktu produktif untuk hal yang tidak produktif.

Seperti yang pernah saya kemukakan sebelumnya bahwa masih banyak di antara kita yang melupakan prinsip penting dalam berjualan di internet yaitu pemahaman akan pentingnya kualitas traffic alias HIGHLY TARGETED TRAFFIC, sehingga fokusnya adalah yang terpenting banyak promosi, padahal banyak pomosi bukan jaminan anda akan  mendapatkan banyak penjualan selama tidak dibarengi dengan bdidikan market yang tepat.

dan seperti yang anda tahu, banyak sekali loh group-group promosi gratisan di facebook…

Pertanyaannya adalah…
Apakah group ini menjadi wadah ideal bagi promosi bisnis/produk anda??

Anda harus pahami bahwa dalam group promosi kebanyakan member yang tergabung promosi biasanya datang dengan tujuan utama menjual, bukan membeli. kalaupun anda yang mau membeli probabilitasnya akan sangat kecil, terkadang hanya karena faktor kebetulan semata, kebetulan saja offer anda sesuai dengan jenis bisnis yang mereka jalankan.

Begini deh sederhananya, semisal anda adalah seorang guru les bahasa inggris, (kebetuan tulisan ini terinspirasi pengalaman teman guru bahasa inggris saya) dan anda mau menjual training anda menggunakan media group, Anda lakukan banyak promosi ke berbagai group yang kebetulan membernya penyuka IPA dan matematika, kira-kira, bisakah anda mendapatkan client? bisakah anda mendapatkan penjualan?

Penjualan sangat tidak mungkin anda dapatkan bukan? kalaupun ada, jumlahnya akan sangat kecil, karena kemungkinan mereka yang mau membeli jasa anda adalah mereka yang sudah siap ‘upgrade’ kemampuan bahasa inggrisnya, untuk mendampingi kemampuan IPA dan matematikanya. eith, ini bukan karena produk anda yang kurang layak jual loh, tetapi karena bidikan market anda yang salah.

Dalam online marketing sebaiknya jangan terlalu mengandalkan faktor kebetulan, sebaiknya anda menggunakan pendekatan data, misalnya dengan mengumpulkan list data siapa yang nantinya mau membeli produk anda, apa kebiasaan calon pembeli anda, dst. jika data ini sudah anda tahu dan kuasai tinggal mengeksekusinya di facebook, anda bisa mencari mereka ‘para ideal customer’ anda di facebook, dengan cara ini promosi anda bisa lebih tepat saran dan akan lebih optimal dalam menggunakan waktu.

2. Memaksakan ‘YANG PENTING BANYAK PROMOSI’

Salah satu hal marketing dasar yang sangat saya ingat dari salah satu guru dan mentor saya adalah marketing itu bukan memaksakan produk kita ke market, tetapi lebih kepada menyesuaikan dan memenuhi apa yang menjadi kebutuhan market alias match making. Jangan heran kalau produk yang sudah ada pasarnya akan jauh lebih mudah laku dari pada produk baru, kecuali jika produknya barunya adalah produk sejenis dengan inovasi baru.

Produk yang sama sekali tidak ada peminatnya di internet, entah dengan cara dan bagaimanapun anda promosikannya, tetap saja tidak laku, bahkan meskipun promosi anda lakukan dengan bantuan puluhan bot sekalipun, bot-bot tersebut tak akan cukup ampuh membantu anda mendapatkan penjualan pertama, boleh percaya atau tidak, silahkan anda coba sendiri.

Begitupula dengan promosi, promosi banyak tak akan lantas menghasilkan penjualan. coba deh anda baca dulu : Banyak promosi, Banyak sales!! benarkah?

3. Promosi terlalu terkesan hard selling

satu hal penting yang tidak boleh anda lupakan ketika anda menggunakan facebook dan social media marketing lainnya adalah Anda harus mengedepankan prinsip bersocial dalam berjualan, atau berjualan dalam konteks bersocial. di mana di setiap prosmosi yang anda lakukan sebaiknya dengan mengepankan komunikasi dan interaksi aktif baik dalam bahasa, merespon dan seterusnya.

Coba anda perhatikan, perbandingan 2 contoh promosi berikut…!

Mana yang menurut anda lebih social?
A atau yang B?

dua-duanya sama-sama promosi, namun yang memiliki exposure lebih dalam konteks social media marketing adalah yang B karena lebih mengedepankan promosi bernilai interaksi dan komunikasi. sementara cara promosi A cenderung lebih “Hard selling”. terlalu menekankan sisi explisit dalam berjualan.

Penggunaan hard selling dalam social media bisa efektif kalau mereka (calon buyer anda) sudah sedemikian mengenal anda. market ini yang biasa para mastah sebut dengan istilah “hot market”. tetapi bisa jadi sangat riskan penggunannya jika market sama sekali belum mengenal kita (cold market). Hard selling terhadap cold market sering kali membuat market malah ‘nggak ngeh’ dengan promosi yang kita lakukan. bener gak??

kebanyakan orang datang dan menggunakan akun facebooknya dengan tujuan utama bersosial, ini yang perlu anda ingat, dan sebagai marketer anda harus pahami betul konsep social ini untuk marketing, Anda harus pahami betul bahwa penyedia platform social media seperti facebook, twitter, instagram, google+ menerapkan prinsip dan algorithma khusus dengan menempatkan engagement sebagai SEO akan status-status yang kita buat. ya meskipun dengan sedikit pendekatan yang bebeda.

Yang artinya semakin bagus kesan social di status promosi yang kita buat, engagementya akan semakin bagus….!

dan semakin bagus engagement postingan di status kita, maka akan semakin orang yang bisa dijangkau. imbas akhirnya,  tentu saja akan semakin banyak pula orang yang kemungkinan membaca status promosi kita. kemungkinan sales yang bisa kita dapatkan pun akan semakin naik.

4. Copywriting yang kurang bagus

dalam konteks promosi dalam bersocial, dukungan copywriting yang bagus mutlak diperlukan untuk meningkatkan engagement tadi. Semakin anda bisa membuat kalimat waah yang menarik dan menggugah rasa penasaran orang, promosi yang anda lakukan semakin bagus hasilnya.

5. Tidak didukung dengan visual content yang menarik

Visual content memegang peranan penting dalam promosi loh! kaena faktanya otak kita 60.000x lebih cepat menangkap informasi yang diterimanya jika disampaikan dalam visual graphic.

Keberadaan visual content dalam social media sendiri selain penting untuk engagement, dengan dukungan copywritin yang tepat, penyampaian pesan marketing dengan visual content akan jauh lebih efektif.

Nah, sudahkah anda melakukan promosi dengan menggunakan social content (copywriting + Visual content) yang menarik? Jika belum anda bisa memanfaatkan powerpoint loh sebagai sarana membuat visual content yang menarik, baca : 6 ide penggunaan powerpoint sebagai media marketing

Semoga bermanfaat ya!, jangan lupa share artikelnya jika dirasa memberi manfaat untuk anda dan teman-teman anda.

Comments

About Nidlomuddin Ar Raffii

Nidlomuddin adalah seorang Product Creator, Digital Marketing Stratergist, Landing Page & Sales Letter Expert, Social Media Marketer, Youtuber, Video Sales letter creator yang berangkat dan membangun bisnis online dari Ke-"Ndesoan". Tidak ada yang istimewa dari saya, karena saya hanya mengandalkan semangat untuk terus belajar & berbagi!

2 Responses to “5 Alasan kenapa promosi yang anda lakukan di facebook Group TIDAK efektif!”

Leave a Reply

  • (will not be published)